Jelang Periode Libur Sekolah, Jasa Marga Intensifkan Preservasi Rutin Jalan Tol untuk Tingkatkan Kelancaran, Keamanan dan Kenyamanan Perjalanan
PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat kegiatan preservasi rutin dan preventif di seluruh ruas jalan tol yang berada di bawah pengelolaan perusahaan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya volume kendaraan pada periode libur sekolah sekaligus memastikan kualitas layanan jalan tol tetap terjaga.
Sebagai pengelola jalan tol terbesar di Indonesia, Jasa Marga terus memastikan kondisi perkerasan jalan memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM). Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan perjalanan yang lebih lancar, aman, dan nyaman bagi masyarakat.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengatakan bahwa pemeliharaan jalan tol secara berkelanjutan menjadi elemen penting dalam menjaga kualitas pelayanan. Menurutnya, kondisi infrastruktur yang baik merupakan fondasi utama untuk menciptakan perjalanan yang aman dan andal bagi pengguna jalan.
Rivan menjelaskan, preservasi rutin dilakukan untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan perjalanan. Kondisi perkerasan jalan dapat mengalami penurunan akibat sejumlah faktor eksternal, antara lain curah hujan tinggi serta beban kendaraan berat yang melebihi dimensi dan muatan atau Over Dimension Over Loading (ODOL).
“Melalui preservasi yang dilakukan secara terencana, Jasa Marga berupaya menjaga kondisi jalan tol tetap optimal. Dengan demikian, masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan lebih aman dan nyaman, terutama menjelang masa libur sekolah,” ujar Rivan.
Dalam pelaksanaannya, Jasa Marga melalui anak usahanya, PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM), menjalankan berbagai pekerjaan preservasi. Kegiatan tersebut meliputi peningkatan kapasitas gerbang tol, pembangunan dan pemasangan Median Concrete Barrier (MCB), renovasi gerbang dan plaza tol, pekerjaan Scrapping, Filling, and Overlay (SFO), serta penambalan dan perawatan permukaan jalan.
Selain pekerjaan rutin, Jasa Marga juga mengedepankan strategi preservasi preventif. Pendekatan ini dilakukan untuk memperpanjang usia pakai jalan tol sekaligus mencegah potensi kerusakan seperti lubang jalan sejak dini. Setiap indikasi kerusakan yang teridentifikasi ditargetkan dapat ditangani maksimal dalam waktu 2x24 jam, dengan dukungan kesiapsiagaan petugas operasional selama 24 jam di seluruh ruas tol Jasa Marga Group.
Pada Juni 2026, kegiatan preservasi dilakukan secara intensif di sejumlah ruas strategis. Beberapa di antaranya adalah Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Jakarta-Tangerang, Cikampek-Purwakarta-Padalarang, Padalarang-Cileunyi, serta Jakarta Outer Ring Road. Pekerjaan ini bertujuan menjaga kualitas perkerasan jalan agar tetap siap melayani mobilitas masyarakat, khususnya menjelang periode peningkatan perjalanan saat libur sekolah.
Jasa Marga juga memanfaatkan teknologi modern untuk meningkatkan akurasi dan kecepatan identifikasi kondisi jalan. Perusahaan mengoperasikan kendaraan inspeksi khusus Smart Car Vehicle Hawkeye 2000 yang mampu memindai keretakan lajur secara presisi.
“Data hasil pemindaian kemudian diintegrasikan dengan teknologi kecerdasan buatan di Jasamarga Tollroad Command Center atau JMTC. Dengan dukungan teknologi tersebut, proses pengambilan keputusan dan penanganan teknis di lapangan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat,” tambah Rivan.
Dalam menjalankan pekerjaan preservasi, Jasa Marga tetap mengutamakan keselamatan pengguna jalan serta kelancaran arus lalu lintas. Karena itu, sebagian besar pekerjaan dijadwalkan pada malam hingga dini hari, ketika volume kendaraan cenderung lebih rendah.
Untuk mendukung kelancaran perjalanan, Jasa Marga secara berkala menyampaikan informasi terkait jadwal dan lokasi pekerjaan preservasi melalui aplikasi Travoy serta akun media sosial resmi Jasa Marga Group. Perusahaan juga menyediakan layanan informasi melalui One Call Center 133 agar pengguna jalan dapat memperoleh pembaruan kondisi lalu lintas secara real-time.
Informasi tersebut diharapkan dapat membantu pengguna jalan dalam merencanakan perjalanan dan menentukan rute alternatif apabila terdapat potensi kepadatan di sekitar lokasi pekerjaan preservasi.
Rivan turut menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang aktif memberikan laporan terkait kondisi infrastruktur jalan tol. Menurutnya, informasi dari pengguna jalan menjadi masukan penting bagi perusahaan dalam mempercepat tindak lanjut di lapangan.
“Kami berterima kasih kepada pengguna jalan yang turut berperan aktif menyampaikan laporan selama perjalanan. Setiap informasi yang masuk sangat membantu petugas dalam menjaga kualitas layanan. Masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui fitur Chat Us di aplikasi Travoy atau menghubungi One Call Center 133, dan laporan tersebut akan diteruskan kepada petugas untuk segera ditangani,” tutup Rivan.
Melalui kombinasi pemeliharaan infrastruktur yang terencana, penggunaan teknologi digital, serta partisipasi aktif pengguna jalan, Jasa Marga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan jalan tol. Upaya ini diharapkan dapat mendukung konektivitas yang lebih aman, nyaman, dan berkeselamatan di Indonesia.

