Kinerja KAI Logistik Menguat: 6,8 Juta Ton Kargo Terkelola hingga Pertengahan 2026
0 menit baca
Di balik angka tersebut, KAI Logistik memainkan peran penting dalam menjaga pergerakan rantai pasok nasional agar tetap efisien. Dengan mengandalkan transportasi berbasis rel yang dipadukan dengan layanan multimoda, perusahaan berupaya menjawab kebutuhan pengiriman yang semakin beragam—mulai dari barang retail hingga komoditas dalam jumlah besar.
Khusus pada Mei 2026, total angkutan yang ditangani mencapai 1,7 juta ton. Batu bara masih menjadi komoditas dominan dengan 1,1 juta ton. Sementara itu, angkutan lainnya meliputi 267 ribu ton peti kemas, 224 ribu ton layanan BBM/BBK pra dan purna, 38 ribu ton semen, sekitar 6 ribu ton barang retail, serta 684 ton limbah B3 yang membutuhkan penanganan sesuai regulasi keselamatan.
Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, menjelaskan bahwa pertumbuhan bisnis terlihat jelas jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Layanan barang retail tumbuh 37 persen, sedangkan peti kemas meningkat 24 persen secara tahunan. Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya pemanfaatan layanan logistik berbasis kereta api oleh pelaku industri.
Tidak berhenti di layanan yang sudah berjalan, perusahaan juga mulai mengembangkan lini bisnis baru sebagai bagian dari strategi multimoda. Pada Mei 2026, KAI Logistik mulai mengangkut Crude Palm Oil (CPO) dengan volume awal 17 ribu ton.
Langkah diversifikasi ini menunjukkan upaya perusahaan untuk memperluas peran dalam sistem logistik nasional, terutama pada pengiriman komoditas besar yang membutuhkan efisiensi tinggi.
Dengan penguatan layanan dan perluasan kerja sama lintas sektor, KAI Logistik berharap dapat terus berkontribusi dalam memperlancar distribusi barang, meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta membantu menekan biaya logistik nasional di masa mendatang.