Belajar dari ONDC India: Membangun Masa Depan Ekonomi Digital Indonesia
Kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia pada Juli 2026 diperkirakan akan menjadi sorotan utama dalam penguatan hubungan bilateral kedua negara. Berbagai agenda strategis seperti perdagangan, investasi, energi, pertahanan, dan kerja sama geopolitik akan mewarnai pertemuan tersebut, mencerminkan semakin eratnya kemitraan dua negara demokrasi terbesar di Asia.
Namun di balik agenda formal tersebut, terdapat ruang kerja sama yang dinilai memiliki dampak jangka panjang lebih besar, yakni pengembangan generasi baru Public Digital Infrastructure (PDI).
PDI bukan sekadar platform digital atau aplikasi pemerintah, melainkan fondasi infrastruktur ekonomi digital. Konsep ini bekerja sebagai sistem terbuka yang memungkinkan berbagai pihak—mulai dari pelaku usaha, lembaga keuangan, pemerintah, hingga masyarakat—terhubung dalam ekosistem digital yang saling beroperasi dan terintegrasi. Layaknya jalan raya pada era industri atau internet pada era informasi, PDI menjadi penghubung utama aktivitas ekonomi modern.
Dalam konteks perkembangan digital, keunggulan masa depan tidak lagi semata ditentukan oleh kecanggihan teknologi atau besarnya investasi infrastruktur digital, melainkan oleh kemampuan membangun ekosistem yang saling terkoneksi secara efektif dan berkelanjutan.
Tantangan Ekosistem Digital Indonesia
Indonesia saat ini memiliki ekosistem digital yang berkembang pesat. Beragam platform e-commerce, layanan keuangan digital, perusahaan telekomunikasi, hingga startup teknologi terus tumbuh dan bersaing di pasar nasional. Namun, di balik perkembangan tersebut terdapat tantangan struktural berupa fragmentasi sistem.
Setiap entitas membangun platformnya sendiri, lengkap dengan ekosistem dan standar integrasinya masing-masing. Kondisi ini menyebabkan tingginya biaya integrasi antar sistem, sebelum nilai ekonomi dapat tercipta secara optimal bagi pengguna.
Di sinilah urgensi PDI menjadi semakin relevan. PDI tidak menggantikan platform yang sudah ada, melainkan menghubungkannya dalam satu ekosistem yang saling terintegrasi. Dengan demikian, inovasi tidak terhambat, melainkan justru dipercepat melalui kolaborasi antar pelaku industri.
Belajar dari Pengalaman India
Kerja sama Indonesia dan India dalam konteks PDI tidak hanya berbicara soal transfer teknologi, tetapi juga pembelajaran pengalaman implementasi. Salah satu contoh yang sering menjadi rujukan adalah Open Network for Digital Commerce (ONDC) di India, yang menjadi eksperimen besar dalam membangun ekosistem perdagangan digital terbuka.
Nilai utama dari ONDC bukan hanya pada teknologinya, melainkan pada pengalaman membangun tata kelola, interoperabilitas, koordinasi lintas sektor, hingga pengelolaan ekosistem yang kompleks. Proses ini memberikan pelajaran penting mengenai bagaimana infrastruktur digital berskala besar dapat dioperasikan secara inklusif.
Peluang Indonesia dalam Ekosistem Digital
Indonesia memiliki karakteristik yang berbeda dengan India, mulai dari kondisi geografis sebagai negara kepulauan, struktur ekonomi, hingga perilaku konsumen digital. Namun, Indonesia juga memiliki fondasi yang kuat, seperti sistem pembayaran digital yang maju, QRIS yang telah interoperabel, serta BI-FAST yang mendukung transaksi real-time.
Dengan modal tersebut, Indonesia memiliki peluang untuk tidak hanya mengadopsi konsep PDI, tetapi juga mengembangkannya sesuai kebutuhan domestik. Prinsip utamanya adalah adaptasi, bukan duplikasi.
Dampak terhadap UMKM dan Sektor Riil
Penerapan PDI berpotensi memberikan dampak signifikan bagi UMKM dan sektor riil. Pelaku usaha tidak lagi harus membangun kanal digital sendiri untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Sebaliknya, mereka dapat terhubung dalam ekosistem nasional yang mencakup berbagai platform, mulai dari perbankan, telekomunikasi, hingga layanan pemerintah.
Hal ini dapat menurunkan biaya pemasaran, memperluas akses pasar, serta meningkatkan efisiensi distribusi produk. Di sektor pertanian, misalnya, PDI memungkinkan integrasi antara petani, koperasi, lembaga pembiayaan, dan rantai distribusi secara lebih efektif.
Dimensi Regional dan Global
Lebih jauh, implementasi PDI di Indonesia juga dapat menjadi model bagi kawasan ASEAN. Sebagai ekonomi terbesar di kawasan, Indonesia memiliki posisi strategis untuk mendorong integrasi digital regional, termasuk dalam pembayaran lintas negara, perdagangan digital, dan layanan publik berbasis teknologi.
Pada level global, pendekatan ini juga relevan bagi negara-negara berkembang yang menghadapi tantangan serupa dalam membangun ekosistem digital yang inklusif dan terintegrasi.
Penutup: Infrastruktur Ekonomi Masa Depan
Public Digital Infrastructure pada dasarnya bukan sekadar inovasi teknologi, melainkan fondasi baru ekonomi digital. Ia membuka ruang bagi kolaborasi lintas sektor, mempercepat inovasi, dan menciptakan model bisnis baru yang lebih terbuka.
Dalam konteks ini, kunjungan PM Narendra Modi ke Indonesia dapat menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama strategis di bidang digital. Lebih dari sekadar diplomasi, pertemuan tersebut berpotensi membentuk arah baru arsitektur ekonomi digital Indonesia di masa depan.
Sejarah menunjukkan bahwa negara yang berhasil membangun infrastruktur dasar akan menjadi rujukan utama perkembangan ekonomi. Dalam era digital, PDI dapat menjadi salah satu fondasi tersebut—setara dengan jalan, pelabuhan, dan jaringan listrik pada era sebelumnya.
Indonesia kini berada pada titik penting untuk tidak hanya mengikuti perkembangan, tetapi juga berkontribusi dalam membentuk standar baru ekonomi digital global.

