Dorong Pelestarian Pesisir, KAI Logistik Lakukan Aksi Hijau Lewat Penanaman Mangrove
KAI Logistik memperkuat komitmennya dalam menjaga lingkungan melalui kegiatan rehabilitasi kawasan pesisir dengan menanam 270 bibit mangrove di Marunda, Jakarta Utara. Program yang dilaksanakan pada Jumat (3/7) tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), sekaligus memperingati Hari Mangrove Sedunia.
Kegiatan penanaman ini menjadi salah satu langkah konkret KAI Logistik dalam mendukung keberlanjutan lingkungan. Perusahaan menilai bahwa keberadaan ekosistem mangrove memiliki peranan besar dalam menjaga keseimbangan alam, khususnya di wilayah pesisir yang rentan terhadap abrasi dan perubahan iklim.
VP of Corporate Secretary KAI Logistik, Dwi Wulandari, menjelaskan bahwa perusahaan berupaya menghadirkan berbagai program yang memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat.
“Komitmen terhadap keberlanjutan terus kami jalankan melalui berbagai program nyata. Tidak hanya melalui pengembangan layanan Green Logistics berbasis transportasi kereta api yang lebih ramah lingkungan, tetapi juga melalui kegiatan konservasi seperti penanaman mangrove,” ungkap Dwi.
Menurutnya, mangrove merupakan salah satu ekosistem alami yang memiliki banyak manfaat. Vegetasi ini mampu melindungi wilayah pantai, menjadi habitat bagi berbagai organisme laut, sekaligus berperan sebagai penyimpan karbon alami yang membantu mengurangi dampak perubahan iklim.
Berdasarkan estimasi menggunakan metode IPCC, penanaman 270 bibit mangrove tersebut memiliki potensi kontribusi terhadap penyimpanan karbon. Dengan perkiraan tingkat keberhasilan tumbuh sebesar 80 persen, sekitar 216 pohon diproyeksikan dapat menghasilkan biomassa kering mencapai 3,24 ton dalam lima tahun.
Dari jumlah tersebut, potensi karbon yang tersimpan diperkirakan sekitar 1,52 ton karbon (C), atau setara dengan kurang lebih 5,6 ton karbon dioksida ekuivalen (CO₂e). Hal ini memperlihatkan bahwa kegiatan konservasi pesisir dapat menjadi bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim.
Program penanaman mangrove ini bukan merupakan kegiatan satu kali, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan. Pada 2025, KAI Logistik juga telah melakukan penanaman 500 bibit mangrove di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi. Sementara itu, KAI Logistik Wilayah Timur mencatat penanaman sebanyak 3.600 bibit mangrove sejak 2023 hingga pertengahan 2026.
Melalui konsistensi berbagai kegiatan tersebut, KAI Logistik berupaya memperkuat kontribusinya terhadap agenda keberlanjutan nasional maupun global. Program ini turut mendukung pencapaian SDGs tujuan ke-14 terkait Ekosistem Laut dan menjadi bagian dari penerapan prinsip ESG dalam operasional perusahaan.
Ke depan, KAI Logistik akan terus menjalankan berbagai inisiatif ramah lingkungan sebagai bagian dari strategi Green Logistics, dengan harapan setiap langkah keberlanjutan yang dilakukan dapat memberikan manfaat bagi generasi mendatang.

