BREAKING NEWS

ION, ONDC, dan Masa Depan UMKM: Implikasi Kunjungan Modi bagi Arsitektur Ekonomi Digital


 Kedatangan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Jakarta pada awal Juli ini diperkirakan akan dipenuhi agenda besar: perdagangan, investasi, hingga kerja sama geopolitik. Namun, ada satu hal yang mungkin tidak masuk headline utama, tetapi justru paling dekat dengan kehidupan sehari-hari: masa depan UMKM Indonesia di ruang digital.

Di balik kunjungan tersebut, ada inisiatif yang sedang tumbuh—Indonesia Open Network (ION).

ION lahir dari lanjutan kerja sama Indonesia–India yang semakin intens sejak kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke India pada awal 2025. Dari berbagai kesepakatan yang dihasilkan, salah satunya adalah kolaborasi di bidang digital yang kini diwujudkan dalam bentuk jaringan perdagangan terbuka.

Pada 2026, Indonesia meluncurkan ION bersama India sebagai inspirasi utama, khususnya dari sistem Open Network for Digital Commerce (ONDC).

Sejumlah tokoh dari kedua negara ikut terlibat dalam pengembangan awalnya. Ini menandai bahwa ION bukan sekadar proyek nasional, tetapi juga bagian dari eksperimen bersama tentang bagaimana perdagangan digital bisa dibuat lebih terbuka.

Belajar dari Dua Pendekatan Digital

India telah lebih dulu membangun ekosistem digital publik melalui Aadhaar, UPI, dan ONDC. Sistem ini memungkinkan berbagai layanan saling terhubung tanpa dikunci dalam satu platform.

UPI kini digunakan dalam skala transaksi yang sangat besar setiap tahun, sementara ONDC membuka peluang bagi toko kecil untuk ditemukan konsumen tanpa harus bergantung pada aplikasi besar.

Indonesia pun memiliki pijakan sendiri. QRIS, misalnya, telah menyatukan berbagai metode pembayaran digital dalam satu standar yang mudah digunakan oleh UMKM.

Namun, Indonesia menghadapi tantangan geografis dan infrastruktur yang lebih kompleks karena bentuk negara kepulauan dan ketimpangan akses digital antarwilayah.

ION hadir sebagai upaya menjembatani tantangan tersebut melalui sistem perdagangan digital yang lebih terbuka dan saling terhubung.

Apa Artinya untuk UMKM?

Bagi jutaan pelaku UMKM di Indonesia, tantangan terbesar bukan hanya produksi, tetapi juga akses ke pasar.

Selama ini, banyak usaha kecil bergantung pada platform besar untuk menjangkau pembeli, yang sering kali datang dengan biaya dan ketentuan tertentu.

Model seperti ONDC di India menunjukkan bahwa ada cara lain: jaringan terbuka yang memungkinkan produk muncul di berbagai aplikasi sekaligus, sehingga pelaku usaha memiliki lebih banyak jalur untuk ditemukan pembeli.

Dengan sekitar 64 juta UMKM, Indonesia memiliki kebutuhan yang sangat besar untuk sistem seperti ini.

ION tidak hanya ditujukan untuk jual beli barang, tetapi juga membuka kemungkinan integrasi layanan lain seperti logistik, keuangan, pendidikan, hingga kesehatan dalam satu ekosistem digital.

Peran Momentum Politik

ION sebenarnya sudah mulai berjalan, tetapi masih berada pada tahap awal. Agar dapat berkembang luas, dibutuhkan dorongan kebijakan dan koordinasi yang lebih kuat.

Kunjungan Modi bisa menjadi momentum penting jika kedua negara memperjelas arah kerja sama ini dan mendorong implementasi yang lebih konkret.

Di tengah dominasi platform digital global dari Amerika Serikat dan China, Indonesia dan India mencoba menawarkan pendekatan yang berbeda: membangun infrastruktur digital yang terbuka dan bisa digunakan banyak pihak.

Jika berhasil, dampaknya mungkin tidak hanya terlihat di level kebijakan, tetapi juga di kehidupan sehari-hari pedagang kecil yang selama ini berada di pinggir ekosistem digital.


Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar