Percepat Respons Darurat Gempa NTT, IDSurvey Group Salurkan 2,4 Ton Bantuan melalui BNPB
IDSurvey Group menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui penyaluran bantuan kemanusiaan seberat 2,4 ton. Bantuan tersebut disalurkan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai upaya mendukung pemenuhan kebutuhan dasar para penyintas di sejumlah wilayah terdampak.
Adapun bantuan ditujukan untuk masyarakat di tujuh kabupaten yang terdampak bencana, meliputi Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Sikka, Ende, Ngada, serta Nagekeo. Penyaluran ini menjadi bagian dari komitmen IDSurvey Group dalam mendukung percepatan penanganan kondisi darurat sekaligus membantu proses pemulihan masyarakat pascagempa.
Program kemanusiaan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara PT Inspeksi Sertifikasi dan Survey Indonesia (IDSurvey), PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero), PT SUCOFINDO (Persero), serta PT Surveyor Indonesia (Persero). Inisiatif ini juga menjadi bagian dari gerakan bersama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah koordinasi Danantara Indonesia dalam memberikan dukungan kepada masyarakat yang terdampak bencana.
Bantuan diserahkan oleh jajaran Kepala Unit Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) IDSurvey Group melalui Pos Dukungan Logistik Nasional BNPB yang berlokasi di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Penyaluran melalui BNPB dilakukan agar proses distribusi dapat berjalan lebih efektif, terkoordinasi, serta menyesuaikan dengan kebutuhan prioritas di masing-masing wilayah terdampak.
Gempa bumi yang melanda wilayah NTT sebelumnya tercatat memiliki parameter pemutakhiran magnitudo 7,7 berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Gempa yang terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB tersebut berpusat di wilayah laut sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo dengan kedalaman sekitar 15 kilometer. Selain gempa utama, rangkaian gempa susulan turut berdampak terhadap kebutuhan masyarakat akan bantuan darurat.
Chief Financial Officer (CFO) IDSurvey, Sinung Triwulandari, menyampaikan bahwa penanganan bencana membutuhkan sinergi berbagai pihak agar bantuan dapat diterima masyarakat secara cepat dan tepat sasaran.
“Dalam situasi bencana, kecepatan respons harus berjalan seiring dengan koordinasi yang baik. Melalui kolaborasi bersama keluarga besar BUMN di bawah Danantara Indonesia, IDSurvey Group berupaya memastikan bantuan yang terkumpul dapat tersalurkan melalui jalur yang tepat dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Sinung.
Bantuan yang diberikan mencakup berbagai kebutuhan penting, seperti selimut, tenda darurat, bahan kebutuhan pokok, perlengkapan kebersihan, obat-obatan, hingga makanan bayi. Beragam perlengkapan tersebut disiapkan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama kelompok rentan yang membutuhkan perhatian lebih selama masa tanggap darurat.
Dalam proses distribusinya, BNPB membagi jalur penyaluran bantuan melalui dua posko utama. Posko Labuan Bajo menjadi pusat distribusi untuk wilayah Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada. Sementara itu, Posko Maumere menangani penyaluran bantuan untuk Kabupaten Sikka, Ende, dan Nagekeo.
Pengaturan distribusi tersebut dilakukan agar bantuan dapat menjangkau masyarakat secara lebih terarah sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing daerah. Selain bantuan logistik, gerakan bersama BUMN juga mencakup berbagai dukungan lain, mulai dari penguatan posko penanganan bencana, pemulihan layanan publik, hingga identifikasi kebutuhan lanjutan masyarakat terdampak.
Melalui pelaksanaan program TJSL, IDSurvey Group terus berupaya menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat, tidak hanya melalui kegiatan bisnis, tetapi juga melalui aksi sosial yang memberikan dampak langsung dalam kondisi darurat.
IDSurvey Group menyampaikan rasa prihatin dan dukungan kepada seluruh masyarakat NTT yang terdampak gempa bumi. Bantuan yang disalurkan diharapkan mampu membantu meringankan beban para penyintas serta menjadi bagian dari upaya bersama dalam mempercepat proses pemulihan kehidupan masyarakat di wilayah terdampak.

