UPH Festival 2026 Bekali Hampir 7.000 Mahasiswa Baru untuk Menemukan Jati Diri dan Panggilan sebagai Pemimpin Berdampak
Universitas Pelita Harapan (UPH) kembali menyelenggarakan UPH Festival 2026 sebagai rangkaian awal penyambutan mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027. Kegiatan yang diikuti hampir 7.000 mahasiswa dari berbagai wilayah Indonesia hingga mancanegara ini berlangsung di dua lokasi, yakni Kampus Utama UPH Lippo Village, Tangerang pada 13–15 Agustus 2026 serta UPH Kampus Medan pada 10–12 Agustus 2026.
Mengangkat tema “Imago Dei: Created by God, Restored in Christ, Called to Transform,” UPH Festival 2026 dirancang bukan sekadar sebagai kegiatan orientasi mahasiswa baru, melainkan sebagai perjalanan awal untuk membantu mahasiswa memahami identitas, tujuan hidup, serta peran mereka di tengah masyarakat.
Melalui berbagai rangkaian kegiatan selama tiga hari, mahasiswa diajak melihat pendidikan tinggi sebagai proses pembentukan pribadi secara menyeluruh. Pendidikan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik dan gelar, tetapi juga membangun karakter, memperkuat nilai spiritual, serta mempersiapkan mahasiswa menjadi individu yang mampu membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Sebagai universitas yang berakar pada Wawasan Dunia Kristen Reformed, UPH menjadikan tiga nilai utama sebagai fondasi pendidikan, yaitu True Knowledge, Faith in Christ, dan Godly Character. Ketiga prinsip tersebut menjadi pedoman dalam membentuk mahasiswa yang memiliki kompetensi akademik, integritas, kepedulian sosial, serta kesiapan menjalani panggilan hidup.
Pendidikan sebagai Proses Menemukan Tujuan Hidup
Founder and Trustee Chair UPH, Dr. (H.C.) James T. Riady, menegaskan bahwa lingkungan pendidikan harus menjadi tempat yang membantu mahasiswa mengenali potensi diri dan berkembang secara utuh.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk membangun generasi muda yang mampu berpikir kritis, mengembangkan talenta, serta menemukan tujuan hidup mereka.
“Mahasiswa hadir bukan hanya untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga untuk dibentuk menjadi pribadi yang mampu menggunakan kemampuan mereka bagi kebaikan yang lebih besar. Pendidikan harus menjadi ruang untuk bertumbuh, menemukan arah, dan mempersiapkan diri memberikan kontribusi bagi sesama,” ujar James.
Ia berharap setelah mengikuti UPH Festival 2026, mahasiswa dapat memiliki pemahaman yang lebih mendalam mengenai diri mereka, tujuan perjalanan pendidikan, serta komitmen untuk menjalani kehidupan yang bermakna.
Senada dengan hal tersebut, Dr. Stephanie Riady, B.A., M.Ed., President of UPH, menyampaikan bahwa konsep Imago Dei mengingatkan mahasiswa bahwa setiap individu memiliki nilai, martabat, dan tujuan yang unik.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya bertujuan menghasilkan lulusan yang unggul secara profesional, tetapi juga membentuk pribadi yang mampu menggunakan ilmu pengetahuan untuk melayani Tuhan, masyarakat, dan dunia.
“Pembelajaran bukan hanya tentang apa yang kita ketahui, tetapi bagaimana pengetahuan tersebut digunakan untuk menghadirkan perubahan dan memberikan manfaat bagi banyak orang,” ungkap Stephanie.
Sementara itu, Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc., Rektor UPH, menambahkan bahwa perjalanan mahasiswa selama berada di UPH diarahkan untuk membangun keseimbangan antara kemampuan intelektual, spiritual, emosional, dan sosial.
Ia menekankan bahwa mahasiswa dipersiapkan bukan hanya untuk memasuki dunia kerja, tetapi juga untuk menjadi pemimpin yang memiliki karakter dan kepedulian.
Lima Pertanyaan Utama dalam Perjalanan Mahasiswa Baru
Pesan utama UPH Festival 2026 diterjemahkan melalui lima pertanyaan reflektif yang menjadi benang merah seluruh kegiatan, yaitu “Who Am I?”, “What Is Wrong with the World?”, “What Is the Answer?”, “Why Am I Here?”, dan “What Will I Do with My Life?”
Pada hari pertama, mahasiswa diajak menjawab pertanyaan “Who Am I?” dengan memahami identitas manusia sebagai ciptaan Tuhan yang memiliki nilai dan tujuan. Pesan tersebut diperkuat melalui pertunjukan Imago Dei Night, sebuah drama musikal dari Fakultas Musik UPH yang mengangkat tema mengenai identitas dan martabat manusia.
Hari kedua membawa mahasiswa untuk merefleksikan pertanyaan “What Is Wrong with the World?”. Melalui sesi ibadah, diskusi, serta talkshow lintas bidang, mahasiswa diajak melihat berbagai tantangan dunia modern dari perspektif iman, termasuk isu kesehatan, teknologi, kecerdasan buatan (AI), bisnis, hukum, sains, hingga kehidupan bermasyarakat.
Memasuki hari terakhir, mahasiswa diarahkan untuk memahami alasan keberadaan mereka melalui tema “Why Am I Here?”. Kegiatan tersebut diawali dengan Founder’s 5K Run yang menjadi simbol perjalanan baru mahasiswa sebagai bagian dari keluarga besar UPH.
Mengusung semangat “Finish What You Start,” kegiatan tersebut mengingatkan mahasiswa bahwa perjalanan pendidikan membutuhkan keberanian untuk memulai sekaligus ketekunan untuk menyelesaikan setiap proses.
Hari ketiga juga menghadirkan Parents Gathering yang mempertemukan keluarga mahasiswa dengan pihak universitas untuk memahami nilai dan visi pendidikan UPH. Selain itu, kegiatan Alumni Homecoming menjadi ruang bagi para alumni untuk kembali menjalin hubungan dengan almamater.
Seluruh rangkaian UPH Festival 2026 ditutup melalui Imago Dei Celebration Concert and Fireworks sebagai simbol dimulainya perjalanan baru mahasiswa dalam belajar, bertumbuh, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang membawa perubahan.
Membentuk Mahasiswa melalui Pendidikan Holistis
UPH Festival 2026 menjadi pintu masuk bagi mahasiswa baru untuk mengenal ekosistem pendidikan holistis yang diterapkan UPH. Sebagai universitas terakreditasi Unggul dengan nilai-nilai Kristiani, UPH berkomitmen membangun mahasiswa yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter kepemimpinan dan kepedulian sosial.
Saat ini, UPH memiliki 78 program studi dari berbagai bidang keilmuan serta telah menghasilkan lebih dari 60.000 alumni yang berkiprah di berbagai sektor. Proses pendidikan didukung oleh tenaga pengajar berpengalaman, pendekatan berbasis industri, serta pengembangan riset yang relevan dengan kebutuhan masa kini.
UPH juga memperkuat pengalaman belajar mahasiswa melalui kerja sama dengan lebih dari 600 mitra strategis dari institusi pendidikan dan industri nasional maupun internasional.
Dalam Times Higher Education (THE) Sustainability Impact Rankings 2026, UPH berhasil mencatatkan prestasi sebagai salah satu universitas swasta terbaik di Indonesia dengan masuk dalam jajaran Top 3 nasional, Top 40 ASEAN, serta peringkat 401–600 dunia.
Selain pencapaian akademik, UPH memberikan perhatian terhadap pembentukan karakter melalui berbagai program pengembangan mahasiswa. Program Mentoring membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan kehidupan kampus, membangun komunitas, serta mendapatkan pendampingan dari mahasiswa senior.
Pengembangan kepemimpinan juga dilakukan melalui program Leadership Journey yang mencakup berbagai tahap pelatihan, mulai dari Keystone, Cornerstone, Intermediate Leadership Training (ILT), hingga Advanced Leadership Training (ALT).
Melalui program tersebut, mahasiswa dibimbing untuk mengenali potensi diri, meningkatkan kapasitas kepemimpinan, serta menjadi pemimpin yang melayani dan berintegritas.
Komitmen sosial mahasiswa juga dikembangkan melalui Service Learning Community (SLC), yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa menerapkan ilmu pengetahuan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Di luar akademik, mahasiswa dapat mengembangkan minat melalui berbagai Organisasi Kemahasiswaan (OK), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), serta Unit Layanan Mahasiswa (ULM). Dukungan terhadap kesejahteraan mahasiswa juga diperkuat melalui fasilitas olahraga, layanan konseling, klinik, serta berbagai komunitas.
Setelah menyelesaikan pendidikan, hubungan antara mahasiswa dan universitas tetap berlanjut melalui program Alumni Engagement yang menghadirkan berbagai kegiatan seperti networking, career expo, gathering, dan sesi berbagi pengalaman.
Dengan semangat Imago Dei, UPH Festival 2026 menjadi langkah awal bagi hampir 7.000 mahasiswa baru untuk memulai perjalanan pendidikan dengan mengenali identitas diri, memahami tantangan dunia, menemukan panggilan hidup, serta mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

