BREAKING NEWS

Angkutan Peti Kemas Dorong Pertumbuhan Bisnis KAI Logistik 2026




PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) berhasil mencatatkan pertumbuhan positif dalam sektor transportasi dan distribusi barang nasional. Sepanjang Juli 2026, perusahaan membukukan pengelolaan angkutan barang sebesar 1,9 juta ton, menjadikan total volume angkutan yang dikelola hingga periode Januari–Juli 2026 mencapai sekitar 10,6 juta ton.

Pencapaian tersebut memperlihatkan meningkatnya pemanfaatan layanan logistik berbasis kereta api sebagai bagian dari ekosistem rantai pasok nasional. KAI Logistik terus memperluas perannya dalam menyediakan layanan distribusi yang mampu menjawab kebutuhan industri dengan mengedepankan aspek keamanan, efisiensi, dan ketepatan waktu.

Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, mengatakan bahwa kinerja Juli 2026 menjadi gambaran bahwa pertumbuhan perusahaan tidak hanya bergantung pada satu jenis komoditas, tetapi mulai berkembang melalui berbagai sektor bisnis.

Menurutnya, peningkatan sejumlah layanan menjadi sinyal positif terhadap semakin terbukanya peluang penggunaan moda kereta api dalam mendukung aktivitas ekonomi.

“Kami melihat adanya perkembangan yang semakin beragam pada beberapa segmen layanan. Kondisi ini memperkuat komitmen KAI Logistik untuk menghadirkan layanan transportasi barang yang mampu memberikan manfaat bagi pelanggan sekaligus mendukung kebutuhan industri nasional,” kata Yuskal.

Dalam catatan perusahaan, layanan angkutan peti kemas menjadi sektor dengan pertumbuhan paling tinggi pada Juli 2026. Melalui lini bisnis KALOG Plus, volume angkutan peti kemas meningkat 28 persen menjadi 278 ribu ton dari sebelumnya 217 ribu ton pada periode yang sama tahun 2025.

Pertumbuhan juga terjadi pada beberapa layanan lainnya. KALOG Express mencatat peningkatan sebesar 26 persen, dengan volume naik dari 6.300 ton menjadi 8.000 ton. Sementara itu, angkutan semen mengalami pertumbuhan 13 persen menjadi 46 ribu ton, serta layanan bongkar muat BBM dan BBK meningkat 7 persen menjadi 290 ribu ton.

Sementara itu, angkutan batu bara masih menjadi komoditas dengan kontribusi terbesar terhadap total volume perusahaan, yakni sekitar 67 persen. Meski demikian, capaian angkutan batu bara pada Juli 2026 berada pada level 80 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya akibat berbagai faktor industri dan pasar.

Melihat perkembangan tersebut, KAI Logistik terus memperkuat strategi pengembangan bisnis dengan mendorong pemanfaatan transportasi kereta api sebagai solusi logistik yang lebih berkelanjutan.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah pengembangan Green Freight Logistics melalui sistem pengukuran dan pelaporan emisi gas rumah kaca yang mengacu pada standar ISO 14083. Inisiatif ini mencakup seluruh rangkaian proses logistik, mulai dari perjalanan kereta api, terminal, hingga layanan pendukung first mile dan last mile.

KAI Logistik menilai penerapan logistik hijau membutuhkan kerja sama seluruh pemangku kepentingan. Dengan mengoptimalkan layanan berbasis rel dan mengintegrasikan berbagai moda transportasi pendukung, perusahaan berupaya menghadirkan sistem distribusi yang lebih efisien sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan.

Melalui berbagai inovasi tersebut, KAI Logistik optimistis dapat terus memperkuat kontribusinya dalam membangun ekosistem logistik nasional yang modern, kompetitif, dan berkelanjutan.
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar