BREAKING NEWS

Batu Bara Dorong Angkutan KAI Logistik Capai 6,2 Juta Ton

 

Kinerja angkutan barang KAI Logistik mencapai titik tertinggi sepanjang 2026 pada triwulan III. Anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero) tersebut mencatat volume sekitar 6,2 juta ton selama Juli hingga September 2026.

Capaian itu meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di kisaran 5,9 juta ton. Dengan demikian, volume angkutan KAI Logistik tumbuh sekitar 4 persen secara year-on-year.

Secara kumulatif, perusahaan telah mengelola sekitar 14,9 juta ton angkutan barang sampai dengan September 2026. Angka tersebut mencerminkan aktivitas distribusi yang tetap berjalan sekaligus memperlihatkan kontribusi sejumlah komoditas terhadap bisnis logistik berbasis kereta api.

Salah satu faktor utama di balik capaian tersebut adalah membaiknya aktivitas industri batu bara. Komoditas ini memberikan kontribusi paling besar terhadap volume angkutan KAI Logistik pada periode Juli-September.

Kontribusi Batu Bara Mencapai 4,3 Juta Ton


Dari total 6,2 juta ton angkutan pada triwulan III, sekitar 4,3 juta ton berasal dari batu bara. Kontribusinya mencapai sekitar 69 persen dari total volume perusahaan.

Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, melihat perkembangan tersebut sebagai salah satu faktor yang membantu perusahaan meningkatkan volume angkutan dibandingkan awal tahun.

Ia mengatakan kondisi industri batu bara yang mulai pulih dan lebih stabil memberikan ruang bagi perusahaan untuk meningkatkan pengangkutan komoditas tersebut.

“Perbaikan kondisi industri batu bara menjadi salah satu pendorong kenaikan volume angkutan pada periode ini. Kami melihat peluang tersebut sebagai momentum untuk memperkuat operasional sekaligus mengoptimalkan potensi bisnis di berbagai segmen,” kata Yuskal.

Dibandingkan kinerja pada awal 2026, peningkatan volume yang dicatat perusahaan mencapai sekitar 2,6 juta ton. KAI Logistik berupaya mempertahankan perkembangan tersebut dengan memastikan keandalan layanan angkutan barang.

Peti Kemas dan BBM Ikut Menopang


Meski batu bara menjadi kontributor terbesar, struktur angkutan KAI Logistik pada triwulan III juga berasal dari berbagai komoditas lain.

Angkutan BBM dan BBK tercatat sekitar 870 ribu ton, sedangkan angkutan peti kemas mencapai sekitar 844 ribu ton.

Sementara itu, volume angkutan semen berada di kisaran 130 ribu ton. Pada segmen CPO, layanan bongkar muat mencatat sekitar 34 ribu ton, sedangkan KALOG Express yang melayani angkutan retail membukukan sekitar 24 ribu ton.

Keberagaman tersebut menjadi salah satu strategi KAI Logistik untuk melayani kebutuhan distribusi dari berbagai sektor. Perusahaan tidak hanya mengangkut komoditas energi, tetapi juga melayani kebutuhan industri, perdagangan, serta distribusi barang retail.

Diversifikasi layanan menjadi semakin penting di tengah dinamika pasar logistik. Perubahan permintaan pada satu sektor dapat diimbangi dengan pertumbuhan pada sektor lainnya sehingga aktivitas angkutan dapat tetap berjalan.

Digitalisasi dan Perluasan Jaringan Disiapkan


KAI Logistik juga mulai menyiapkan sejumlah agenda untuk menghadapi triwulan IV 2026. Pengembangan layanan angkutan hewan ternak dan hasil bumi menjadi salah satu peluang yang akan dioptimalkan perusahaan.

Pada saat yang sama, perusahaan berencana memperluas titik layanan angkutan retail. Digitalisasi proses operasional juga akan terus dikembangkan untuk mendukung efisiensi dan meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan.

Langkah tersebut diarahkan untuk memperluas jangkauan bisnis sekaligus meningkatkan kemampuan perusahaan dalam merespons kebutuhan pasar yang berubah.

“Fokus kami berikutnya adalah menjaga bisnis yang sudah memberikan kontribusi sekaligus membuka ruang pertumbuhan baru. Penguatan jaringan, digitalisasi, dan inovasi akan terus dilakukan agar layanan semakin mampu mengikuti kebutuhan pelanggan dan mendukung rantai pasok nasional,” ujar Yuskal.

Dengan volume triwulanan mencapai 6,2 juta ton, KAI Logistik mencatatkan performa terbaiknya sepanjang tahun hingga September 2026. Kinerja tersebut juga memperlihatkan bahwa angkutan berbasis kereta api masih memiliki peran penting dalam mendukung distribusi komoditas strategis.

Memasuki akhir tahun, perusahaan akan berupaya menjaga momentum tersebut melalui optimalisasi kapasitas, pengembangan layanan, serta diversifikasi jenis angkutan. Strategi tersebut diharapkan dapat memperkuat kontribusi KAI Logistik terhadap sistem logistik nasional sekaligus memenuhi kebutuhan distribusi barang antardaerah.
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar