-->
  • Jelajahi

    Copyright © Detikcoy - Informasi Berita Terkini dan Terupdate Hari Ini
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    5 Peluru Misterius di Lokasi Penembakan Diduga berasal dari Serda Jhoni

    Wednesday, December 26, 2018, 12:12 AM WIB Last Updated 2020-09-03T12:03:51Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    Konferensi pers bersama mengenai penembakan di Jatinegara. (Agung Pambudhy/detikcom)

    Jakarta - Tim gabungan TNI dan Polri menemukan total 9 selongsong peluru di lokasi penembakan Serda Jhoni. Padahal hanya empat peluru yang kena di mobil yang dikendarai Letkol Dono Kuspriyanto. Lima peluru sisanya diduga berasal dari pistol Serda Jhoni Risdianto.

    Kapendam Jaya Kolonel (Inf) Kristomei Sianturi mengatakan pelaku Serda Jhoni menembak Letkol Dono Kuspriyanto sebanyak empat kali. Dua tembakan di antaranya tepat mengenai tubuh sampai korban meninggal dunia.

    "Dua tembakan di depan, kemudian kendaraan korban masih terus melaju dan ditembak lagi oleh pelaku, dua tembakan di belakang. Korban meninggal dunia di TKP dengan dua luka tembakan yang pertama di pelipis, kemudian yang kedua ada di punggung tembus ke perut," ujarnya ketika dihubungi detikcom, Rabu (26/12/2018).

    Keempat peluru itu, jelas Kristomei, ditemukan di mobil korban. Namun, dari olah TKP, ia menyebut jumlah selongsong yang ditemukan di sekitar lokasi sebanyak 9 buah.

    "Kita selidiki. Yang jelas bukti di mobil itu ada empat peluru, kemudian memang ketemunya 9 selongsong, limanya lagi ditembakkan ke mana kita nggak tahu. Ketemunya sembilan," ucapnya.

    Dugaan sementara, Serda Jhoni mengeluarkan tembakannya sebanyak 9 kali. Namun pihaknya masih menyelidiki ke mana lima peluru lain.

    "Tapi selongsongnya kita temukan ada 9 buah, berarti kan logikanya dia nembak 9 kali. Nah, ya sudah sementara ini sedang penyelidikan kemana lima peluru itu," tutur Kristomei.

    Sebelumnya, Letkol Dono sendiri tewas ditembak di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, pada Selasa (25/12) sekitar pukul 23.30 WIB. Saat itu Dono tengah mengendarai mobil dinasnya.
    Komentar

    Tampilkan

    No comments:

    Post a Comment

    Kami memiliki kebijakan dalam berkomentar di blog ini :

    - Dilarang promosi suatu barang
    - Dilarang jika memasang link aktif di komentar
    - Dilarang keras promosi iklan yang berbau judi, pornografi dan kekerasan
    - Dilarang menulis komentar yang berisi sara atau cemuhan

    Kebijakan komentar yang bisa Anda temukan selengkapnya disini

    Dukungan :

    Jika menyukai dengan artikel blog kami, silahkan subscribe blog ini

    Terkini