BREAKING NEWS

BRI Catat Setoran Puluhan Triliun untuk Dukung Pembangunan

 


Komitmen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dalam memberikan nilai tambah bagi negara kembali tercermin melalui kontribusi fiskalnya yang konsisten. Dalam rangka memperingati Hari Pajak Nasional, BRI menegaskan perannya sebagai salah satu penyumbang penerimaan negara terbesar dari sektor industri keuangan.

Di bawah arahan Danantara Indonesia, BRI terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kontribusi sosial ekonomi. Melalui pembayaran pajak serta dividen, perusahaan berupaya menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi pembangunan nasional.

Pada periode Januari hingga Maret 2026, BRI Group mencatat total kontribusi kepada negara sebesar Rp19,1 triliun. Nilai tersebut berasal dari kewajiban perpajakan sebesar Rp8,1 triliun serta pembayaran dividen tahun berjalan senilai Rp11 triliun.

Rekam jejak kontribusi BRI dalam beberapa tahun terakhir juga menunjukkan konsistensi yang kuat. Pada 2023, total setoran kepada negara mencapai Rp50,5 triliun. Angka tersebut meningkat menjadi Rp57,6 triliun pada 2024, sebelum kembali mencapai Rp55,8 triliun pada 2025.

Setoran tersebut berasal dari berbagai komponen penerimaan negara, mulai dari pajak perusahaan, Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Bea Meterai, hingga pajak daerah.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan bahwa kontribusi perpajakan merupakan bentuk nyata keterlibatan perusahaan dalam mendukung pembangunan ekonomi Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa penciptaan nilai perusahaan tidak hanya diukur melalui kinerja bisnis, tetapi juga melalui kontribusi yang diberikan kepada negara dan masyarakat.

“Kepatuhan terhadap kewajiban perpajakan merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan sekaligus bentuk kontribusi langsung dalam mendukung kemajuan bangsa,” ujar Hery.

Pertumbuhan kontribusi tersebut didukung oleh kondisi bisnis BRI yang tetap solid. Pada Kuartal I 2026, BRI Group berhasil membukukan laba bersih Rp15,5 triliun. Aset perusahaan tumbuh 7,2 persen secara tahunan menjadi Rp2.250 triliun, sedangkan penyaluran kredit dan pembiayaan meningkat menjadi Rp1.562 triliun.

Dari sisi pendanaan, total Dana Pihak Ketiga mencapai Rp1.555,1 triliun dengan pertumbuhan 9,4 persen secara tahunan. Porsi dana murah atau CASA juga mengalami peningkatan hingga Rp1.058,6 triliun atau 68,07 persen dari total DPK.

Dengan kinerja yang kuat dan komitmen terhadap tata kelola yang baik, BRI optimistis dapat terus memperkuat kontribusinya bagi penerimaan negara serta mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar