BRI Region 6 Gelar TOT Business Continuity Management dengan Simulasi Penggunaan Peralatan Keselamatan
BRI Region 6 terus memperkuat penerapan budaya sadar risiko dan meningkatkan kesiapan organisasi dalam menghadapi berbagai kondisi darurat melalui kegiatan Training of Trainers (TOT) Business Continuity Management (BCM). Pelatihan ini diselenggarakan bersama Operational Risk Group Kantor Pusat BRI serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Selatan sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang tangguh dan memiliki kemampuan respons cepat terhadap situasi krisis.
Berbeda dengan pelatihan yang hanya berfokus pada pemahaman konsep, kegiatan TOT BCM ini mengedepankan metode pembelajaran berbasis praktik. Para peserta tidak hanya mendapatkan materi mengenai manajemen keberlangsungan bisnis, tetapi juga mengikuti simulasi langsung terkait penggunaan berbagai perlengkapan keselamatan dan penanganan kondisi darurat.
Dalam pelaksanaan pelatihan, peserta diperkenalkan dengan sejumlah perangkat yang memiliki peran penting dalam proses mitigasi bencana, seperti perahu karet untuk mendukung proses evakuasi saat banjir, Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk menghadapi potensi kebakaran awal, serta berbagai alat keselamatan lain yang diperlukan dalam situasi tanggap darurat.
Melalui simulasi yang dibuat menyerupai kondisi sebenarnya, peserta memperoleh pengalaman langsung dalam memahami prosedur penggunaan alat, teknik penanganan keadaan darurat, serta langkah-langkah keselamatan yang harus dilakukan ketika terjadi gangguan operasional. Pendekatan praktik tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapan peserta dalam mengambil keputusan secara cepat dan tepat saat menghadapi situasi kritis.
Kegiatan TOT BCM ini juga memiliki tujuan strategis untuk mencetak instruktur internal atau agen perubahan yang mampu meneruskan pengetahuan mengenai mitigasi risiko kepada pekerja di masing-masing unit kerja. Dengan adanya tenaga internal yang memiliki kompetensi di bidang Business Continuity Management, budaya kesiapsiagaan dapat semakin berkembang di lingkungan BRI Region 6.
Selain memperkuat kemampuan teknis, pelatihan ini turut meningkatkan aspek koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi antarpegawai. Ketiga elemen tersebut menjadi faktor penting dalam memastikan proses penanganan krisis berjalan efektif serta mendukung pemulihan operasional secara lebih cepat apabila terjadi gangguan.
BRI Region 6 meyakini bahwa keberlangsungan layanan kepada nasabah harus didukung oleh kesiapan internal yang kuat. Oleh karena itu, penguatan kompetensi melalui pelatihan dan simulasi BCM akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan organisasi yang adaptif, tangguh, dan mampu menghadapi berbagai tantangan.
Melalui implementasi Business Continuity Management yang semakin baik, BRI Region 6 berupaya memastikan seluruh proses operasional tetap berjalan optimal dalam berbagai kondisi, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan BRI.

