KAI Logistik Pastikan Keandalan Rel KA Melalui Pengeceran Balas
0 menit baca
Upaya menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta api terus dilakukan melalui berbagai program pemeliharaan infrastruktur. Salah satunya melalui pekerjaan pengeceran balas jalan rel yang dipercayakan kepada PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) sepanjang tahun 2026 di sejumlah wilayah operasional kereta api Indonesia.
Pekerjaan tersebut dilaksanakan secara bertahap sesuai kebutuhan perawatan jalur yang berada dalam wilayah Daop dan Divre PT Kereta Api Indonesia (Persero). Area pengerjaan mencakup jaringan rel di Pulau Jawa dan Sumatra dengan tujuan memastikan kondisi prasarana tetap berada dalam standar operasional yang mendukung perjalanan kereta api.
Balas atau ballast merupakan material berupa batuan khusus yang memiliki fungsi vital pada konstruksi jalur rel. Material ini membantu menjaga kestabilan bantalan serta posisi rel agar tetap kokoh ketika dilewati rangkaian kereta api. Oleh karena itu, distribusi dan penempatan balas yang tepat menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas infrastruktur perkeretaapian.
VP of Commercial KAI Logistik, Ferdian Pardosi, mengatakan bahwa keterlibatan perusahaan dalam pekerjaan ini merupakan bentuk dukungan terhadap keberlangsungan operasional kereta api nasional. KAI Logistik memastikan seluruh kebutuhan material dapat disalurkan secara efektif hingga ke lokasi yang membutuhkan perawatan.
“Kami berupaya memastikan seluruh proses pekerjaan berjalan dengan baik, mulai dari distribusi material hingga pelaksanaan di lapangan. Ketepatan waktu, lokasi, dan standar teknis menjadi perhatian utama agar kebutuhan pemeliharaan jalur dapat terpenuhi,” jelas Ferdian.
Berdasarkan perkembangan pekerjaan, pengeceran balas yang telah terealisasi mencapai kurang lebih 167 ribu m³ dari total estimasi kebutuhan sebesar 396 ribu m³. Proses pengerjaan akan terus dilanjutkan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan masing-masing jalur.
Selain mendukung kelancaran distribusi material, KAI Logistik juga menjalankan pengawasan secara berkala untuk menjaga kualitas pekerjaan. Sistem monitoring diterapkan guna memastikan volume material, kualitas ballast, serta proses pengerjaan sesuai dengan ketentuan teknis yang telah ditetapkan.
Sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan hasil pekerjaan, KAI Logistik memberikan jaminan pemeliharaan selama 180 hari kalender setelah pekerjaan selesai dan dilakukan serah terima. Hal ini dilakukan agar kualitas pekerjaan tetap terjaga dan mampu memberikan manfaat dalam mendukung keandalan jalur kereta api.
Kontribusi KAI Logistik dalam pekerjaan pengeceran balas menjadi bagian dari peran perusahaan dalam memperkuat sektor transportasi nasional. Dengan layanan logistik terpadu berbasis kereta api, KAI Logistik tidak hanya mendukung pengiriman barang, tetapi juga ikut memastikan tersedianya berbagai kebutuhan pendukung untuk menjaga performa infrastruktur perkeretaapian.
Melalui langkah tersebut, KAI Logistik terus menunjukkan komitmennya sebagai mitra strategis dalam menciptakan sistem transportasi berbasis rel yang aman, efisien, dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.
.jpg)
