Polda NTT Pecahkan Rekor MURI, 11.663 Orang Ikut Terapi Kesehatan Mental
Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental, Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) menghadirkan sebuah inovasi melalui terapi USEFT (Ultimate The Source Body, Mind, Soul Emotional Freedom Technique). Program ini tidak hanya ditujukan untuk memperkuat ketahanan mental personel Polri, tetapi juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan manfaat dari pendekatan terapi tersebut.
Inovasi kesehatan mental ini menjadi bukti komitmen Polda NTT dalam membangun sumber daya manusia yang lebih kuat, baik dari sisi emosional maupun psikologis. Berkat pelaksanaan program yang telah menjangkau ribuan peserta, Polda NTT berhasil memperoleh dua penghargaan Rekor MURI.
Program USEFT dikembangkan sebagai respons terhadap tantangan psikologis yang dihadapi anggota Polri dalam menjalankan tugas sehari-hari. Tekanan pekerjaan, tuntutan pelayanan publik, serta kompleksitas persoalan sosial membutuhkan personel yang tidak hanya memiliki kemampuan profesional, tetapi juga keseimbangan mental yang baik.
Polda NTT memandang bahwa kondisi psikologis anggota menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan pelayanan kepolisian yang lebih humanis. Personel yang memiliki kesehatan mental yang terjaga diharapkan mampu memberikan pelayanan dengan empati, ketenangan, dan pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat.
USEFT Jangkau Ribuan Peserta dan Catat Rekor MURI
Direktur Operasional MURI, Yusuf Ngadri, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil verifikasi, program terapi USEFT yang dilaksanakan sejak 12 Juni 2026 telah menjangkau sebanyak 11.663 anggota Polri dan masyarakat yang tersebar di 22 satuan kerja Polda NTT.
Menurut Yusuf, penghargaan tersebut diberikan bukan hanya berdasarkan jumlah peserta yang mengikuti kegiatan, tetapi juga karena Polda NTT menjadi pelopor dalam menghadirkan pendekatan kesehatan mental yang dapat diterapkan bagi anggota kepolisian maupun masyarakat luas.
“Rekor ini tidak hanya melihat skala kegiatan, tetapi juga nilai inovasi dan manfaat yang diberikan. Polda NTT menunjukkan keberanian menghadirkan solusi baru dalam bidang kesehatan mental,” ujar Yusuf.
Pendekatan Body, Mind, dan Soul
USEFT merupakan metode yang dikembangkan bersama tim riset SBMS Institute dengan pendekatan psikologi energi yang mengintegrasikan tiga aspek utama, yaitu Body (tubuh), Mind (pikiran), dan Soul (jiwa serta spiritual).
Melalui pendekatan tersebut, terapi USEFT dirancang untuk membantu individu mengelola tekanan emosional, meningkatkan ketenangan diri, serta membangun kesiapan mental dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Kapolda NTT, Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si, menegaskan bahwa pencapaian Rekor MURI bukan sekadar penghargaan administratif, melainkan bentuk pengakuan terhadap upaya menghadirkan manfaat nyata.
“Bagi kami, nilai utama dari pencapaian ini bukan hanya sebuah rekor, tetapi bagaimana inovasi tersebut memberikan dampak positif. Anggota yang sehat secara mental akan lebih mampu melayani masyarakat dengan hati, empati, dan rasa tanggung jawab,” ujarnya.
Kapolda NTT berharap keberhasilan program tersebut dapat menjadi awal terbentuknya budaya kepedulian terhadap kesehatan mental di lingkungan Polri. Menurutnya, menjaga kondisi psikologis bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi menjadi bagian dari kepedulian bersama.
Penguatan SDM Polri Melalui Pendekatan Humanis
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menilai program USEFT menjadi salah satu bentuk transformasi Polri yang tidak hanya berfokus pada teknologi maupun pelayanan, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Pelayanan yang berkualitas selalu dimulai dari personel yang memiliki kondisi fisik dan mental yang baik. Program ini menjadi investasi jangka panjang bagi institusi sekaligus bentuk kepedulian terhadap masyarakat,” ungkap Henry.
Penyerahan penghargaan Rekor MURI dilakukan dalam rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Mapolda NTT. Acara tersebut dihadiri oleh Wakapolda NTT Brigjen Pol Faizal, S.I.K., M.H., Ketua Bhayangkari Daerah NTT beserta jajaran, para pejabat utama Polda NTT, Direktur SBMS sekaligus praktisi USEFT Coach Agus E.H., para terapis, serta tamu undangan lainnya.
Lebih dari sekadar pencapaian penghargaan, langkah Polda NTT melalui terapi USEFT menunjukkan bahwa pembangunan keamanan juga membutuhkan perhatian terhadap aspek kemanusiaan. Ketika personel Polri dan masyarakat memiliki akses terhadap dukungan kesehatan mental, maka tercipta individu yang lebih kuat sekaligus hubungan yang semakin baik antara Polri dan masyarakat.
Melalui inovasi ini, Polda NTT menegaskan bahwa pelayanan publik tidak hanya dibangun melalui sistem dan aturan, tetapi juga melalui manusia yang memiliki keseimbangan pikiran, emosi, dan kepedulian terhadap sesama.

