BREAKING NEWS

Soroti Kedaulatan Digital Pengusaha Perempuan di UN Women 2026 Asia-Pacific WEPs Awards, DA (Trainer & CEO) Tegaskan Komitmen Inklusif Sanggabiz

Di tengah perkembangan ekonomi digital yang semakin pesat, akses terhadap teknologi menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat kemandirian ekonomi perempuan. Bagi Dwi Andi Rohmatika (DA), Founder sekaligus CEO Sanggabiz, kedaulatan digital bukan hanya persoalan penggunaan teknologi, tetapi juga berkaitan erat dengan kemampuan perempuan untuk mengambil keputusan, mengelola bisnis, dan memiliki kendali penuh atas peluang ekonominya.

Komitmen tersebut mengantarkan DA menjadi salah satu sosok yang berpartisipasi dalam ajang UN Women 2026 Asia-Pacific WEPs Awards untuk kategori Leadership Commitment. Pengakuan ini mencerminkan konsistensinya dalam membangun ekosistem yang mendukung perempuan, khususnya pelaku UMKM, agar memiliki akses lebih luas terhadap pendanaan, pengetahuan, pasar, hingga teknologi digital.

Perjalanan DA dalam memperjuangkan pemberdayaan perempuan tidak terlepas dari pengalaman hidupnya. Tumbuh di Gemolong, Sragen, Jawa Tengah, DA melihat langsung tantangan yang dihadapi perempuan dalam memperoleh akses finansial. Salah satu pengalaman yang membekas adalah ketika ibunya mengalami penolakan saat mengajukan pinjaman setelah menjadi seorang janda.

Pengalaman tersebut membuka pandangannya mengenai adanya hambatan struktural yang masih membuat sebagian perempuan kesulitan memperoleh kepercayaan dalam aspek ekonomi tanpa dukungan figur laki-laki. Dari situlah muncul dorongan bagi DA untuk membangun sistem yang dapat membantu perempuan dan UMKM berbasis perempuan agar memiliki kesempatan berkembang secara mandiri.

Membangun Ekosistem Digital untuk Perempuan

Menurut DA, tantangan yang dihadapi perempuan dalam dunia bisnis masih cukup kompleks. Hambatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan akses modal, tetapi juga mencakup keterbatasan literasi digital, beban kerja domestik yang tidak terlihat, lemahnya sistem operasional bisnis, hingga minimnya keterwakilan perempuan dalam ruang pengambilan keputusan strategis.

Ia menilai bahwa kepemilikan terhadap sistem digital menjadi bagian penting dari pemberdayaan ekonomi. Ketika pemimpin bisnis terlalu bergantung pada sistem yang tidak transparan, mereka berisiko kehilangan kendali terhadap data, performa bisnis, serta dasar pengambilan keputusan.

Melalui Sanggabiz, DA berupaya menghadirkan solusi yang membantu perempuan mendapatkan kembali kendali tersebut melalui penerapan teknologi, sistem operasional, serta pendekatan berbasis data.

“Saya percaya perempuan tidak boleh kehilangan kesempatan hanya karena latar belakangnya. Baik karena berasal dari daerah, seorang ibu, seorang pengasuh, maupun berada di lingkungan yang didominasi laki-laki. Teknologi seharusnya menjadi alat yang membantu perempuan untuk menjual, mencatat, mengambil keputusan, dan bertumbuh,” ujar DA.

Kepemimpinan Inklusif Menjadi Fondasi Sanggabiz

Komitmen terhadap kesetaraan tidak hanya diterapkan melalui program eksternal, tetapi juga menjadi bagian dari budaya internal Sanggabiz. Saat ini, sebanyak 75% posisi kepemimpinan di Sanggabiz diisi oleh perempuan. Selain itu, sekitar 10% anggota tim berasal dari komunitas penyandang disabilitas.

Struktur organisasi tersebut menjadi fondasi bagi pengembangan ekosistem kerja berbasis teknologi dan kecerdasan buatan (AI-powered workflow) yang bertujuan menciptakan dampak lebih luas bagi berbagai kelompok masyarakat.

Dalam implementasinya, Sanggabiz menjalankan tiga fokus utama:

1. Lingkungan Kerja Inklusif (Workplace)

Sanggabiz membangun budaya kerja yang memberikan ruang bagi perempuan untuk memimpin dan berkembang. Komposisi kepemimpinan yang didominasi perempuan menjadi bukti bahwa perempuan memiliki kapasitas besar dalam mengambil peran strategis di organisasi.

2. Dukungan untuk UMKM dan Komunitas (Marketplace & Community)

Melalui berbagai program edukasi dan pendampingan, Sanggabiz membantu UMKM meningkatkan kemampuan digital, mulai dari penggunaan perangkat berbasis AI, penyusunan sistem kerja, pembuatan dashboard bisnis, hingga pengembangan indikator kinerja (Key Performance Indicator/KPI).

Hingga saat ini, program pelatihan dan edukasi Sanggabiz telah menjangkau lebih dari 20.000 peserta melalui lebih dari 200 kegiatan pelatihan dan sesi berbagi pengetahuan.

3. Pendampingan Strategis untuk Institusi (Boardroom)

Selain mendukung UMKM, DA juga berperan sebagai konsultan strategis bagi berbagai institusi. Ia memberikan masukan terkait desain organisasi, transformasi digital, strategi bisnis, tata kelola, serta penerapan sistem berbasis AI kepada jajaran eksekutif, termasuk perusahaan BUMN, BUMD, dan lembaga pemerintahan.

Dari Pengalaman Personal Menuju Dampak yang Lebih Luas

Bagi DA, pemberdayaan perempuan bukan sekadar program sosial, melainkan upaya menciptakan perubahan sistemik. Ia percaya bahwa perempuan perlu diberikan akses yang sama untuk mengembangkan potensi, membangun bisnis, dan mengambil keputusan ekonomi.

Melalui Sanggabiz, DA menggabungkan pengalaman di sektor teknologi finansial (fintech), strategi bisnis, dan pemanfaatan AI untuk membantu para pemimpin serta pelaku usaha menghadapi tantangan operasional.

Berasal dari Gemolong, Sragen, DA menjadi perempuan pertama dalam keluarganya yang menyelesaikan pendidikan tinggi dan kemudian melanjutkan studi master di Cambridge Judge Business School. Sebelum mendirikan Sanggabiz, ia memiliki pengalaman di industri fintech yang telah melayani lebih dari satu juta pengguna.

Kini, melalui perusahaan pengembangan kapasitas berbasis di Yogyakarta tersebut, DA bersama timnya terus memperluas akses terhadap teknologi dan pengetahuan bisnis agar semakin banyak perempuan mampu membangun kemandirian ekonomi.

Perjalanan DA menunjukkan bahwa transformasi digital bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang membuka kesempatan yang lebih setara. Dengan memberikan perempuan akses terhadap sistem, data, dan pengetahuan, teknologi dapat menjadi alat untuk menciptakan perubahan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar