Dari Modal Terbatas, Warung Nasi Padang Suli Supian Tumbuh Bersama KUR BRI
Bagi Suli Supian, mengembangkan warung nasi Padang di kawasan Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat, bukan perkara sekadar menambah jumlah pelanggan. Sejak membuka usahanya pada 2023, ia juga harus memastikan ketersediaan lauk dan bahan baku tetap mampu mengikuti kebutuhan pembeli.
Pada awal menjalankan usaha, keterbatasan modal membuat Suli harus membatasi stok makanan yang tersedia. Ketika permintaan meningkat, pilihan menu dan jumlah lauk yang dapat disediakan pun belum selalu mencukupi.
Peluang untuk mengembangkan usaha kemudian terbuka setelah Suli memperoleh Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui BRI Unit Serdang, yang berada di bawah supervisi BRI Branch Office Krekot, BRI Region 6/Jakarta 1.
Tambahan modal tersebut digunakan untuk memperkuat kebutuhan operasional warung. Stok bahan baku dapat ditambah, pilihan menu diperluas, dan kapasitas pelayanan kepada pelanggan ikut meningkat.
"Dulu stok lauk sering kurang, karena modal pas-pasan. Setelah dibantu KUR BRI Unit Serdang, saya bisa nambah stok, nambah menu, dan melayani pelanggan lebih banyak," kata Suli saat ditemui di warungnya, Kamis (5/11).
Bagi usaha mikro, ketersediaan modal kerja menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kelancaran operasional. Dalam kasus Suli, pembiayaan KUR memberikan ruang untuk mengembangkan usaha sesuai kebutuhan yang dihadapi sehari-hari.
BRI Unit Serdang juga mendorong agar pembiayaan KUR digunakan secara bijak dan diarahkan untuk kegiatan produktif. Pendekatan tersebut dilakukan agar pelaku usaha dapat memanfaatkan modal bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi juga meningkatkan kapasitas bisnis.
Arif Tri Saputro, Mantri BRI Unit Serdang, mengatakan pihaknya ingin melihat usaha masyarakat di sekitar Serdang berkembang secara bertahap.
"Kami ingin usaha warga Serdang naik kelas. Kalau usahanya lancar, angsurannya lancar, ke depan bisa naik plafon lagi," ujar Arif.
Bagi BRI, penguatan UMKM merupakan bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di tingkat lokal. Ketika usaha mikro memiliki akses modal yang memadai, peluang untuk meningkatkan produksi, pelayanan, dan pendapatan juga semakin terbuka.
Kisah Suli Supian memperlihatkan perjalanan sebuah usaha sederhana yang terus beradaptasi dengan kebutuhan pelanggan. Dari persoalan stok lauk hingga penambahan menu dan kapasitas pelayanan, dukungan pembiayaan menjadi salah satu bagian dari proses pertumbuhan Warung Makan Nasi Padang tersebut.
Melalui pendampingan dan akses KUR, BRI terus mendorong pelaku usaha mikro agar dapat mengembangkan bisnis secara produktif dan berkelanjutan, sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya.
.jpg)
