FLOQ Perluas Ekosistem Kripto Lewat Kolaborasi di Konser YE
Industri aset digital mulai menjangkau lebih banyak ruang di luar aktivitas perdagangan. Hal tersebut terlihat dari keterlibatan FLOQ dalam konser YE (Kanye West) yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (24/10/2026).
Sebagai official partner, FLOQ menghadirkan sejumlah aktivitas bagi penonton, termasuk Human Claw dengan total hadiah mencapai Rp17 juta. Aktivasi tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada pengunjung sekaligus memperkenalkan FLOQ melalui pendekatan yang lebih dekat dengan musik dan budaya populer.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya FLOQ membangun interaksi dengan generasi muda. Alih-alih hanya mengomunikasikan aset digital melalui kanal finansial dan teknologi, perusahaan memanfaatkan ruang hiburan untuk bertemu dengan komunitas secara langsung.
Sebelum konser berlangsung, FLOQ juga telah mengadakan program tiket gratis untuk pengguna melalui kampanye yang dimulai sejak September 2026. Program tersebut memberikan kesempatan kepada komunitas untuk menghadiri konser YE Live in Jakarta 2026.
Pertunjukan di GBK tersebut mengusung konsep Globe Stage dengan pengalaman visual 360 derajat dan dihadiri sekitar 50.000 penonton. Skala acara ini sekaligus menunjukkan besarnya minat terhadap penyelenggaraan hiburan internasional di Indonesia.
CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai kolaborasi dengan industri musik dapat menjadi salah satu cara untuk memperluas ruang interaksi antara industri aset digital dan masyarakat.
“Kolaborasi dengan dunia hiburan memberi kesempatan bagi FLOQ untuk berkomunikasi dengan audiens dalam suasana yang lebih natural. Kami ingin memperkenalkan ekosistem aset digital melalui pengalaman yang relevan, sekaligus membangun hubungan yang lebih dekat dengan komunitas,” ujar Yudhono.
Potensi Sinergi dengan Ekonomi Kreatif
Menurut Yudhono, hubungan antara industri aset digital dan ekonomi kreatif masih memiliki peluang untuk dikembangkan. Musik, hiburan, gaya hidup, dan teknologi memiliki komunitas yang luas sehingga kolaborasi di antara sektor tersebut dapat menciptakan bentuk interaksi baru.
Dampak acara musik berskala besar juga tidak berhenti pada industri hiburan. Aktivitas penonton berpotensi memberikan efek lanjutan kepada sektor pariwisata, hotel, restoran, transportasi, hingga pelaku usaha di sekitar lokasi acara.
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) turut melihat penyelenggaraan acara musik internasional sebagai salah satu peluang untuk menarik wisatawan mancanegara dan menggerakkan kegiatan ekonomi di wilayah penyelenggara.
“Ketika teknologi finansial bertemu dengan musik dan ekonomi kreatif, ada peluang untuk menciptakan pengalaman yang lebih luas bagi masyarakat. Bagi kami, interaksi langsung seperti ini juga dapat menjadi bagian dari upaya memperluas edukasi dan pemahaman mengenai aset digital,” jelas Yudhono.
FLOQ menilai kolaborasi lintas sektor dapat membantu membangun ekosistem digital yang lebih terbuka. Melalui kegiatan komunitas dan aktivasi di ruang publik, perusahaan dapat memperkenalkan teknologi finansial kepada kelompok masyarakat yang sebelumnya mungkin belum banyak berinteraksi dengan industri aset digital.
Ke depan, FLOQ berkomitmen melanjutkan inovasi serta membangun kerja sama dengan berbagai sektor. Perusahaan berharap pertemuan antara teknologi, hiburan, komunitas, dan ekonomi kreatif dapat menghasilkan kolaborasi baru sekaligus memberikan pengalaman yang relevan bagi generasi muda Indonesia.
%20di%20Stadion%20Utama%20Gelora%20Bung%20Karno%20(GBK).jpg)
